Allah telah mengajarkan kepada umat manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya, melalui para utusan-Nya. Allah mengajarkan kita untuk selalu bertauhid dan meng-Esa kan-Nya. Apapun bentuknya, segala yang kita jalani di muka bumi ini sudah digariskan-Nya dalam takdir kita masing-masing dan kita harus percaya dengan apa yang ditakdirkan itu.
Mempunyai anak yang masih lajang, bagi orang tua adalah kekhawatiran yang besar. Aku pernah mengalami sebuah kisah yang membuatku ingin tersenyum sendiri, bagaimana mungkin jodoh seorang manusia bisa ditutup oleh perbuatan manusia.
Di masyarakat sering mempercayai adanya mandi-mandi untuk kaum lajang yang belum menemukan jodohnya. Kepercayaan ini terus dilakukan dari suatu masyarakat ke masyarakat yang lain. Pernah suatu ketika, nenekku menawarkan mandi untukku. Dengan alasan hingga usia ¼ abad ini aku belum menemukan pendamping hidup.
’’Mungkin kamu itu ditutup orang, atau mungkin ada yang gak senang dengan kamu. Sini biar nenek mandikan, jadi semua yang dikirim orang ke kamu bisa terbuang dan kamu bisa cepat dapat jodoh,” begitu alasan nenekku ketika aku menanyakan untuk apa acara mandi-mandi itu.
Aku hanya bisa kaget dan bingung. Apa mungkin, orang belum menemukan pendamping hidupnya itu jodohnya ditutup? Bagaimana bisa, bukankah Allah yang menentukan kapan dan bagaimana cara kita menemukan seseorang yang terbaik untuk menjadi pendamping hidup?









