<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rinidiana's Weblog</title>
	<atom:link href="http://rinidiana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rinidiana.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Sep 2011 09:39:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rinidiana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rinidiana's Weblog</title>
		<link>http://rinidiana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rinidiana.wordpress.com/osd.xml" title="Rinidiana&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rinidiana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>aku bukan ninja</title>
		<link>http://rinidiana.wordpress.com/2009/08/05/aku-bukan-ninja/</link>
		<comments>http://rinidiana.wordpress.com/2009/08/05/aku-bukan-ninja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 00:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinidiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinidiana.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[“ninja, ninja lewat..”kalimat itu sering aku dengar. Terkadang orang-orang disekitarnya sedikit menjauh ketika dia lewat. Penampilannya biasa saja, tingginya kira-kira 160cm, badannya bongsor dengan kulit sedikit cokelat. Dia melangkah dengan santai. Dengan berjubah, kerudung menjulur hingga setengah lututnya, berkerudung hitam dan berjubah hitam, yang tidak pernah lepas adalah cadar yang menutupi wajahnya. Dia terbiasa dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=225&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“ninja, ninja lewat..”kalimat itu sering aku dengar. Terkadang orang-orang disekitarnya sedikit menjauh ketika dia lewat. Penampilannya biasa saja, tingginya kira-kira 160cm, badannya bongsor dengan kulit sedikit cokelat. Dia melangkah dengan santai. Dengan berjubah, kerudung menjulur hingga setengah lututnya, berkerudung hitam dan berjubah hitam, yang tidak pernah lepas adalah cadar yang menutupi wajahnya. Dia terbiasa dengan keadaan seperti itu. Ketika melewati perumahan di kampungnya, anak-anak, ibu-ibu dan bahkan keluarganya sendiripun mencemoohnya. Dia tetap tidak peduli, apapun kata orang tentang dia. Dia terus melangkah. Dia yakin, hanya Alloh yang maha mengetahui hati masing-masing tiap individu. Terkadang dia disebut kelompok gembong terrorist, tdak sedikit ibu-ibu yang memandang sinis kepadanya.</p>
<p>Ketika tiba dirumah, keluarga, terutama ibunya terus menghujatnya dengan pakaiannya. Dikatakan nenek-nenek, bibi sayur, hingga hal-hal yang menyakitkan hati bila di dengar telinga. Tapi Alloh Maha Baik, Alloh tidak pernah menguji seorang hamba diluar batas kemampuan hamba-Nya tadi. Alloh menguatkan hatinya, Alloh telah menghiburnya dengan mengumplkannya bersama teman-teman yang sefikrah dengannya.</p>
<p>Hingga hari ini pun dia tetap bertahan dengan prinsipnya, dia tetap bertahan dengan jubah, kerudung dan cadar yang dia kenakan. Dia yakin, suatu hari Alloh akan memberikan kebahagiaan di balik keistiqomahannya. Alloh akan memberikan kesenangan dibalik semua ujian tahap awal dimulainya perjuangan ini.</p>
<p>Aku tau, dia wanita shalihah yang kuat, dia wanita shalihah yang selalu istiqomah dengan segala ujian dan tekanan hidup, dia wanita shalihah yang selalu bertahan dengan semua ancaman yang ada. Bahkan ibunya sering mengancam, bila dia tetap bergabung dengan teman-temannya, bila dia tetap berpakaian seperti itu, ibunya tidak akan mengakuinya sebagai bagian dari keluarga.</p>
<p>Setiap dikatakan ninja atau terrorist, dia hanya berdzikir dalam hati, semoga Alloh memaafkan orang-orang yang menghujat sunnah-Nya. Dia bersikap tawakal terhadap apa yang dikatakan padanya, baginya apa yang dilakukannya adalah sebuah keikhlasan, keikhlasan untuk asing dari yang lain, keikhlasan untuk selalu dikomentarin orang sekitarnya, keikhlasan untuk berbeda dan menjadi bagian dari ejekan. Semua adalah bentuk keikhlasan kita, semakin kita mencintai Alloh semakin rela kita dengan apa yang menjadi bagian dalam ketentuan-Nya, semakin ikhlas kita menerima ilmu yang diturunkan Rasululloh, sebagai qudwah kita.</p>
<p>Berpakaian muslimah seperti sekarang ini, adalah ejekan, hinaan buat orang-orang yang tidak mengetahui, orang-orang yang tidak berilmu, orang-orang yang berilmu tapi malu mengakui keislamannya. Berjubah di anggap aneh, bergelap-gelap di anggap aneh, berkerudung panjang di anggap aneh, rasululloh pernah mengisyaratkan, bahwa islam datang dalam keadaan asing, kemudian kembalinya dalam keadaan asing, dan beruntunglah orang-orang yang asing, jadilah orang yang meninggal dalam keadaan asing sebelum kiamat mendatangin kita, karena dengan kiamat berarti banyak fitnah-fitnah akhir jaman yang melanda manusia. Jadilah manusia akhir jaman yang asing, melakukan sunnah di jaman yang serba fitnah ini, bercelana di atas mata kaki, berjenggot, berjubah, di anggap aneh bahkan di anggap gila, di anggap pendukung teroris. Tapi mereka tidak pernah sadar, secara tidak langsung mereka telah menghina sunnah, telah menghina ajaran Muhammad, telah menghina islam. Mereka tidak pernah sadar, ketika masjid di rusak, mereka marah besar, tetapi ketika ada orang yang mengikuti syari’at islam, mereka malah mengejeknya.</p>
<p>tapi Alloh Maha Menunjukkan jalan hamba-hamba-Nya yang tetap istiqomah,,</p>
<p>dan hingga akhirnya dia akan tersenyum dengan semua keistiqomahannya kelak, bersama kesulitan ini, Alloh akan memudahkan langkah-langkahnya..</p>
<p>dan dia pun akan berkata kelak,,&#8221;aku bukan ninja&#8221;</p>
<p>sabandar lama, 05082009</p>
<p>05.00 pagi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinidiana.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinidiana.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinidiana.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinidiana.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinidiana.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinidiana.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinidiana.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinidiana.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinidiana.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinidiana.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinidiana.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinidiana.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinidiana.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinidiana.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=225&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinidiana.wordpress.com/2009/08/05/aku-bukan-ninja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31503eb34f8a5d3f0e5b963516dff215?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinidiana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>satu kesetiaanku adalah baktiku</title>
		<link>http://rinidiana.wordpress.com/2009/05/09/satu-kesetiaanku-adalah-baktiku/</link>
		<comments>http://rinidiana.wordpress.com/2009/05/09/satu-kesetiaanku-adalah-baktiku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 09:48:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinidiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinidiana.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[sejak setahun yang lalu, ketika engkau sudah tidak sanggup untuk bekerja lagi hingga engkau terbaring lemah, tak berdaya dan tidak bersuara.. hatiku seakan-akan diruntuh oleh langit, merundung kesedihan di atap rumah kita.. bocor atap rumah ini tidak sebanding dengan apa yang aku rasakan, kotornya lantai tanah rumah ini terasa dingin dihatiku.. melihatmu terbaring lemah tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=217&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sejak setahun yang lalu, ketika engkau sudah tidak sanggup untuk bekerja lagi hingga engkau terbaring lemah, tak berdaya dan tidak bersuara..<br />
hatiku seakan-akan diruntuh oleh langit, merundung kesedihan di atap rumah kita..<br />
bocor atap rumah ini tidak sebanding dengan apa yang aku rasakan, kotornya lantai tanah rumah ini terasa dingin dihatiku..<br />
melihatmu terbaring lemah tak berdaya, entah sampai kapan engkau merasakan pedih ini..</p>
<p>aku hanya menjalankan sebagian kesetiaanku disisimu<br />
memasakkan makanan kesukaanmu, meskipun engkau sudah tidak bisa merasakannya,<br />
membukakan horden jendela kamar untukmu setiap pagi, memandikanmu dalam polesan kain kusut itu..<br />
membiarkanmu mendeengarkan kicauan burung dipagi hari hingga aku tau meskipun wajahmu tidak tersenyum, tapi sebersit senyum menyelinap di sisi wajah indahmu..</p>
<p>engkau terbaring lemah tak berdaya, dengan sedikit penghasilan yang aku dapatkan<br />
mungkin hari ini kita makan sayur lagi, dan hari ini aku masakkan special buatmu<br />
aku tau kamu tersenyum mendengarnya&#8230;</p>
<p>hingga aku selalu bertanya pada Alloh..<br />
seberapa lama semua ini kamu rasakan?<br />
seberapa lama air mata dan tangis yang selalu aku sandingkan bila membasuhmu<br />
hanya Alloh yang mengerti jawabannya&#8230;</p>
<p>aku tidak pernah menyesali semua ini..<br />
meskipun kemiskinan mendera kita, dan kelumpuhanmu membekas dihatiku<br />
tapi aku tetap mencintaimu<br />
mencintaimu hingga itu aku jadikan keputusan terakhir untuk hidupku<br />
aku akan tetap tersenyum di hadapanmu<br />
karena engkau adalah semangatku hari ini</p>
<p>semua adalah baktiku padamu<br />
bakti kesetiaan yang bisa aku berikan<br />
hingga seluruh alam akan tersenyum pada kita<br />
meskipun kemiskinan mendera kita,<br />
tapi aku tau disurga kelak kita akan menjadi kaya<br />
di surga kelak, rumah itu akan lebih indah<br />
disurga kelak, kita tidak akan tidur dengan atap bocor lagi<br />
disurga kelak, kita tidak akan berlantaikan tanah lagi&#8230;<br />
disurga kelak engkau akan bebas berlari dan bekerja lagi<br />
disurga kelak kita akan mengenakan pakaian yang bagus</p>
<p>sabar suamiku..<br />
seluruh alam akan tersenyum pada kita<br />
dan Alloh akan bangga pada kita..<br />
karena kita bisa bertahan dengan ini..<br />
suamiku..<br />
jangan pernah sedikitpun jauhkan mata kita dari nikmat-Nya,<br />
jangan pernah sekalipun menjauhkan mulut ini untuk selalu bersyukur kepada-Nya<br />
karena Dia kita pernah ada di sini,<br />
karena Dia kita pernah merasakan seperti ini</p>
<p>suamiku,&#8230;<br />
jalankan peran kita sebaik-baiknya..<br />
didunia ini beginilah peran kita&#8230;<br />
suamiku..<br />
inilah satu dari kesetiaanku..</p>
<p>tanah merah<br />
5 Mei 2009<br />
dedicated to ibu &#8220;hadrah&#8221; ibu masak ponpes<br />
ibu, terima kasih untuk pelajaran hatinya buatku..:)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinidiana.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinidiana.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinidiana.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinidiana.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinidiana.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinidiana.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinidiana.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinidiana.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinidiana.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinidiana.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinidiana.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinidiana.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinidiana.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinidiana.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=217&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinidiana.wordpress.com/2009/05/09/satu-kesetiaanku-adalah-baktiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31503eb34f8a5d3f0e5b963516dff215?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinidiana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhlaslah ukhti, insyaAlloh surga akan menantimu</title>
		<link>http://rinidiana.wordpress.com/2009/02/11/ikhlaslah-ukhti-insyaalloh-surga-akan-menantimu/</link>
		<comments>http://rinidiana.wordpress.com/2009/02/11/ikhlaslah-ukhti-insyaalloh-surga-akan-menantimu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 01:04:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinidiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinidiana.wordpress.com/2009/02/11/ikhlaslah-ukhti-insyaalloh-surga-akan-menantimu/</guid>
		<description><![CDATA[Dia adalah salah seorang umahat di tempat kami. Seorang yang pendiam menurutku. Tidak pernah terlintas sesuatu dari bibirnya bila itu tidak terlalu penting. Seperti hari itu, dia datang terlambat. Dengan berlari-lari kecil, karena sudah tertinggal beberapa menit. Dengan nafas terengah-engah dia duduk disebelahku.                         [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=212&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dia adalah salah seorang umahat di tempat kami. Seorang yang pendiam menurutku. Tidak pernah terlintas sesuatu dari bibirnya bila itu tidak terlalu penting. Seperti hari itu, dia datang terlambat. Dengan berlari-lari kecil, karena sudah tertinggal beberapa menit. Dengan nafas terengah-engah dia duduk disebelahku.                                                                                                                “sudah lama kajiannya?”tanyanya membuka pembicaraan denganku.</p>
<p>“baru aja um, 10 menit-lah”jawabku mengira-ngira.</p>
<p>Kemudian dia terdiam dan mendengarkan kajian yang disampaikan oleh murobi kami. Seperti biasa, dia hanya diam dan diam. Sesekali aku melirik ke arahnya. Wajahnya tampak tenang dan teduh.</p>
<p>“um, anak-anaknya kemana?”tanyaku iseng. Dia meoleh ke arahku dan tersenyum.</p>
<p>“sama uminya, nanti malam saya ambil dengan abinya”jawabnya singkat. Aku hanya menyeritkan dahi. Maksudnya?</p>
<p>“umi mana nih um?”tanyaku lagi.</p>
<p>“umi kandungnya. Ana kan umi asuh”dia tertawa kecil. Ada umi kandung, ada umi asuh. Berarti ada abi kandung, ada abi asuh. Hubungan yang lucu.  Percakapan itu berakhir dan hingga selesai aku tidak pernah bertanya lebih tentang hubungan aneh itu. Selang sepekan kemudian, dia datang lagi berserta anak-anaknya mengikuti kajian. Kali ini duduk persisi disebelahku lagi.</p>
<p>“subhanAlloh, sore-sore udah ikut umi ngaji ya?”tanyaku pada anaknya yang perempuan.</p>
<p>“iya, uminya sedang pergi, jadi ana yang bawa kesini”</p>
<p>“oh, uminya dimana um?”</p>
<p>“ana uminya juga” Benar, ini hubungan yang aneh.  Belakangan, dari pembicaraan tidak sengaja seorang teman. Aku baru tau kalau dia adalah pelaksana poligami. Aku baru tau, dia istri ke dua. Istri pertama sang suami memiliki 5 orang anak yang masih kecil-kecil dan dia berbagi tugas dengan sang madu. Subhanalloh. Beberapa hari sekali dia mengasuh anak-anak itu, apabila sang madu sibuk, dia dengan suka rela mengasuh dan menjadi anak-anaknya. Suatu hari aku pernah bertanya kepadanya tentang sebuah poligami, dengan hati yang ikhlas dia mengatakan, bahwa apa yang dia lakukan itu semata-mata karena Alloh, perjuangan untuk Alloh. Sebelum menikah,banyak ikhwan yang mengincar untuk menjadikannya istri, tetapi ketika sang suami sekarang melamarnya dengan cara dipoligami, dengan keikhlasan dan keridhaan dia menjalani dan menerima pinangan itu.</p>
<p>“dia menyelamatkan saya untuk ke surga mbak, tau gak kalau kita ikhlas dipoligami, pintu surga akan terbuka lebar untuk kita”</p>
<p>“Alloh tidak pernah menzalimi hamba-Nya, saya bersyukur mbak, dengan dipoligami banyak ibadah-ibadah yang tidak pernah saya sadari sebelumnya bisa saya kerjakan dan insyAlloh akan dibalas oleh Alloh”</p>
<p>“saya mengasuh anak-anak yang bukan anak saya, dan itu bernilai ketenangan dan luar biasa indahnya buat saya, suami saya bisa berlaku adil terhadap kami, beliau bisa menjalankan amanah dengan dua istri, dan saya bisa menjaga hubungan silaturahmi dengan istri pertama suami saya dan ikut mendidik serta membesarkan anak-anak mereka dengan balutan kasih sayang Alloh untuk mereka, banyak ibadah yang disampaikan Alloh melalui poligami yang kita sendiri tidak pernah menyadarinya”</p>
<p>“semula saya berfikir, poligami menzalimi perempuan, tapi tahukah mereka, bahwa dengan hati yang ikhlas dengan hanya berharap itu ibadah kepada-Nya, pintu surga akan terbuka lebar untuk kita”</p>
<p>subhanAlloh, Allohu ya Kariim, tiada henti aku bertasbih kepada-Mu, Engkau Maha bijaksan dengan segala ketentuan-Mu. Dengan tulus ikhlas dia berkata :</p>
<p>“jika ukhti ikhlas dengan semua ketentuan Alloh dan menjadikannya ibadah untuk-Nya, ketentraman dan surga akan ada dihadapan anti…</p>
<p>” Allohu Rabbi, tiada kata indah yang Engkau ciptakan untuk kami kecuali keikhlasan dan kesabaran dalam mengarungi kehidupan dan seisinya ini..</p>
<p>Wanita, relakah engkau dipoligami?dengan balasan surga menantimu, jika kau mengharapkan ridha-Nya, Dia akan limpahkan segalanya buatmu…</p>
<p>Wanita, relakah engkau menjalankan dunia untuk-Nya?meski didunia ini engkau akan dipandang sebelah mata sebagai istri kedua?tapi tahukah engkau dibalik semua ini, ada kemuliaan dihadapan Alloh untukmu yang melakukan perintah-Nya?</p>
<p>Wanita, inilah ujian untukmu…bila engaku mampu meraih dan melewatinya, surga akan terbentang luas dihadapanmu…</p>
<p><em>samarinda, medio januari 2009 teruntuk seorang wanita sholehah perindu surga&#8230;aku melihatnya terkahir, dan setelah ini aku tidak pernah bertemu dengannya lagi,,</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinidiana.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinidiana.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinidiana.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinidiana.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinidiana.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinidiana.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinidiana.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinidiana.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinidiana.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinidiana.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinidiana.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinidiana.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinidiana.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinidiana.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=212&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinidiana.wordpress.com/2009/02/11/ikhlaslah-ukhti-insyaalloh-surga-akan-menantimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31503eb34f8a5d3f0e5b963516dff215?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinidiana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Engkau ada karena Dia</title>
		<link>http://rinidiana.wordpress.com/2009/02/09/engkau-ada-karena-dia/</link>
		<comments>http://rinidiana.wordpress.com/2009/02/09/engkau-ada-karena-dia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 12:14:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinidiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinidiana.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Engkau ada karena Dia,&#8230; aku menuliskan kaliamat itu di electronic diaryku,, aku terkenang akan dirimu, walaupun semula aku tidak begitu tertarik untuk mengenalmu, mengapa? karena aku tau banyak yang akan menentang kita. tapi, aku berjibaku dengan diriku, berjibaku dengan jiwaku. aku sekuat tenaga dan hati untuk melawan semua kekuranganku, dan aku putuskan untuk bertanya pada-Nya,, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=210&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Engkau ada karena Dia,&#8230;</p>
<p>aku menuliskan kaliamat itu di electronic diaryku,,</p>
<p>aku terkenang akan dirimu, walaupun semula aku tidak begitu tertarik untuk mengenalmu, mengapa?</p>
<p>karena aku tau banyak yang akan menentang kita. tapi, aku berjibaku dengan diriku, berjibaku dengan jiwaku. aku sekuat tenaga dan hati untuk melawan semua kekuranganku, dan aku putuskan untuk bertanya pada-Nya,,</p>
<p>engkau ada karena Dia,,</p>
<p>aku memikirkan kata-kata itu lagi,</p>
<p>em, sepertinya Dia lebih tau dan lebih mengerti aku ketimbang orang tuaku, bahkan aku sendiri.</p>
<p>Dia lebih tau siapa yang lebih cocok menjadi pendampingku kelak dalam menghadapi diriku, subhanAlloh,,sungguh Dia benar-benar mengatur segala urusan hamba-Nya.</p>
<p>aku membuka dan memutar kalimat itu lagi,</p>
<p>dan aku yakin,,</p>
<p>aku mencintaimu karena kamu mencintai-Nya dan aku mencintai-Nya,,</p>
<p>semoga semua indah ditujukannya untuk kita, semoga apa dan bagaimana kita hingga akhirnya dalam petunjuk-Nya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinidiana.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinidiana.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinidiana.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinidiana.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinidiana.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinidiana.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinidiana.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinidiana.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinidiana.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinidiana.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinidiana.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinidiana.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinidiana.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinidiana.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=210&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinidiana.wordpress.com/2009/02/09/engkau-ada-karena-dia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31503eb34f8a5d3f0e5b963516dff215?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinidiana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepergian Seorang Juru Dakwah</title>
		<link>http://rinidiana.wordpress.com/2009/01/02/kepergian-seorang-juru-dakwah/</link>
		<comments>http://rinidiana.wordpress.com/2009/01/02/kepergian-seorang-juru-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 23:50:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinidiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Teladan (Siroh)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinidiana.wordpress.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Berdakwahlah dengan cinta. itu kata-kata hebat yang pernah aku dengar dari seorang kader dakwah. hingga 3 bulan sejak kepergiannya, aku selalu menyelinapkan kata-kata itu didalam hatiku. betapa tidak, ketika mendekati ajalnya, seorang juru dakwah yang amat sangat setia memikirkan umat itu meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. bersama keluarga tercinta, hendak menjangkau ke daerah terpencil di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=205&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="garis-bawah">
<p>Berdakwahlah dengan cinta. itu kata-kata hebat yang pernah aku dengar dari seorang kader dakwah. hingga 3 bulan sejak kepergiannya, aku selalu menyelinapkan kata-kata itu didalam hatiku. betapa tidak, ketika mendekati ajalnya, seorang juru dakwah yang amat sangat setia memikirkan umat itu meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. bersama keluarga tercinta, hendak menjangkau ke daerah terpencil di pedalaman kalimantan, sang murobi itu meninggal dalam kecelakaan sepeda motor ketika hendak mengisi pengajian.</p>
<p>kira-kira setahun yang lalu aku mengetahui tentang profil pak Pur. seorang bapak yang berhati mulia dan selalu rendah diri. padahal di perusahaan tempat dia bekerja, beliau termasuk orang yang disegani dan beliau menduduki salah satu jabatan tinggi dalam struktur organisasi perusahaan. bagi kami, pak Pur sudah menjadi seorang pendidik yang baik dan pembentuk pribadi insani yang baik. banyak mad&#8217;u yang menantikan kehadiran dia disetiap pengajian yang dia bawakan. umurnya masih muda 32 tahun. tapi kharisma beliau begiku melekat dihati setiap insan yang mengenalnya. aku ingat pesan beliau kepada kami, &#8220;dakwah itu lebih utama dari yang lain, utamakan menjadi pelayan Alloh SWT daripada mengejar harta dan kesenangan dunia yang tidak pernah habis&#8221;. terbukti, beliau bekerja dari senin sampai jum&#8217;at, sabtu dan ahad perusahaan tempat beliau bekerja libur. dua hari itu beliau gunakan untuk berdakwah keliling bersama keluarga, dengan 1 orang anak yang masih kecil berusia 11 bulan. kadang bersama sang istri dan anaknya mereka datang ke kampung-kampung untuk mengadakan pengajian menggunakan sepeda motor. SubhanAlloh, begitu indah keluarga di rindu surga itu. tujuan saya bukan untuk mencari pujian atau mencari populer di hadapan orang lain, tapi saya ingin semua umat yang mengaku islam benar-benar mengenal islam. beliau pernah berdakwah ditengah-tengah lokalisasi yang benar-benar jauh dari islam, tapi subhanAlloh satu persatu wanita tunasusila disana diberi hidayah oleh Alloh SWT.</p>
<p>Alloh SWT mencintai hamba-Nya yang selalu mengajak kepada kebaikan dan Dia akan membalas lebih dari apa yang diperbuat hamba-Nya itu untuk selalu mengingatNya. subhanAlloh, ketika pak Pur mendekat kepada ajalnya. beliau beserta anak dan istrinya hendak melakukan dakwah keliling ke pelosok-pelosok pedalaman kalimantan seperti biasanya. dan Alloh SWT memanggil beliau dengan cara yang lembut. kecelakaan itu membawa beliau insyaAlloh syahid dihadapan-Nya. ketika beliau mengalami kecelakaan, mayatnya memancarkan bau yang sangat wangi seperti yang disaksika orang-orang sekitar yang menyaksikan kematiannya. wajahnya tersenyum bahagia, ternyata tugasnya di dunia sudah ditunaikannya sebagai juru dakwah Alloh SWT. menurut pengakuan sang istri, sebelum berangkat untuk berdakwah pak Pur tampak lain dari biasanya, pakaian yang dikenakannya sangat rapi dan beliau menggunakan wewangian agak sedikit berbeda dari biasanya. seperti biasa beliau memberikan nasehat untuk sang istri, tetapi kalimat saat itu ditambah, &#8220;jika ini dakwah terakhir kali, aku ingin Alloh SWT ridho dengan dakwahku, dan mensyahidkan aku ketika aku hendak berdakwah.&#8221; subhanAlloh seketika kami yang mendengarnya ikut tercengang, doa beliau didengar oleh Alloh SWT. dan Dia telah mewafatkannya dalam keadaan berjihad dan menjadikannya khusnul khotimah.</p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>untuk sang juru dakwah, yang menjadi inspirasi setiap insan untuk berbuat kebajikan. semoga Alloh SWT menjadikan sebagai penghias taman-taman surga dan menjadikan amal yang terbaik disisi-Nya.</em></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinidiana.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinidiana.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinidiana.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinidiana.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinidiana.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinidiana.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinidiana.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinidiana.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinidiana.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinidiana.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinidiana.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinidiana.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinidiana.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinidiana.wordpress.com/205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=205&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinidiana.wordpress.com/2009/01/02/kepergian-seorang-juru-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31503eb34f8a5d3f0e5b963516dff215?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinidiana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup begitulah adanya</title>
		<link>http://rinidiana.wordpress.com/2008/11/28/hidup-begitulah-adanya/</link>
		<comments>http://rinidiana.wordpress.com/2008/11/28/hidup-begitulah-adanya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 10:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinidiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinidiana.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Mengingat ramadhan yang sudah-sudah, seakan-akan mengingatkanku kembali tentang sebuah potret kehidupan yang memang sering terjadi ditengah-tengah himpitan hidup masyarakat. Awal ramadhan 1428 H, sore itu kami berencana untuk mengikuti ifthor di rumah salah seorang teman. Rumahnya berada di selatan kota Sengata, apabila kita ingin kesana, kita melewati perahu kecil yang bisa memuat motor dan pengemudinya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=196&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-GB">Mengingat ramadhan yang sudah-sudah, seakan-akan mengingatkanku kembali tentang sebuah potret kehidupan yang memang sering terjadi ditengah-tengah himpitan hidup masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-GB">Awal ramadhan 1428 H, sore itu kami berencana untuk mengikuti ifthor di rumah salah seorang teman. Rumahnya berada di selatan kota Sengata, apabila kita ingin kesana, kita melewati perahu kecil yang bisa memuat motor dan pengemudinya. Masyarakat Sangata menyebutnya ponton.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-GB">Ba’da magrib, aku dan beberapa teman beserta ibunya teman berencana mengikuti shalat tarawih di sebuah sekolah kecil didaerah Sangata Sebrang. Kebetulan ibunya adalah kepala sekolah disana, jadi murid-muridnya diwajibkan untuk shalat tarawih disana. Ba’da tarawih, hujan deras mengguyur kota Sengata dan sekitarnya. Jadi kami memilih untuk menunggu hujan reda di dalam masjid beserta beberapa jama’ah. Sambil menunggu kami bercerita satu dengan yang lain, di iringi lari-lari anak-anak SD yang juga sedang menunggu hujan reda. “itu semua anak panti mbak,..”kata ibunya temanku. “oh ya, mereka ditampung disana bu?”. “ya, kebetulan Pak Tomo itu yang mengurus mereka, sama istrinya tuh mbak ngasuh anak-anak yatim sudah kayak anak sendiri,&#8230;”jelas ibu itu lagi. Subhanalloh ya, gumamku. “nah, kalau yang itu,&#8230;”kata ibu itu seraya menunjuk seorang anak lelaki kecil berbaju cokelat dan berpeci bulat. “namanya upik mbak. dia anak panti baru 3 bulan disini. Dia juga sekolah disini, sekarang kelas 3. Kemarin putus sekolah. Tapi di ambil pak Tomo dan disekolahkan lagi. Ibunya di antasari, dia punya sodara 2 orang, bapaknya sudah meninggal, ibunya kerja di ladang orang, adiknya yang paling kecil masih 10 bulan, kalau ibunya ke ladang adiknya di titipkan ke tetangga. Masuk panti 3 bulan yang lalu. Dulu anaknya nakal mbak, liar banget. Pertama kali masuk panti, suka mukul anak-anak disini, tiap ada yang nangis yang diganggu dia. Tapi Subhanalloh mbak, setelah dididik pak Tomo, sekarang anak itu sudah santun dan pintar, waktu pulang ke rumah ibunya kemarin tetangga-tetangganya pada nangis si upik sudah berubah&#8230;”terang ibu tadi. Ibu itu memanggil Upik, “bu hujan ini diciptakan oleh malaikat isrofil yah?”tanyanya. “loh, hujan itu ciptaan siapa?”tanya ibu tadi. “Alloh,..”jawabnya lantang. “kalau gitu malaikat ciptaan siapa?”, “Alloh”, “yang menciptakan hujan itu Alloh, malaikat itu adalah pelaksana perintah Alloh, jadi malaikat yang menurunkan hujan siapa?”Upik menepuk kepalanya sambil tertawa. “ya bu,..lupa”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-GB">Upik kembali bermain bersama teman-temannya. Senda tawa antara Upik dan teman-temannya menghiasi relung hati setiap insan yang mendengar suara-suara khas anak-anak. Ya, tawa yang seharusnya mereka miliki. Mereka tidak pernah tau apa dan bagaimana nasib mereka kelak berada dipanti<span> </span>asuhan. Yang mereka tau mereka punya teman sebaya, yang senasib. Mereka tidak pernah tau, yang membedakan mereka dengan anak-anak diluar sana adalah status mereka sebagai anak panti. Ketika mereka keluar panti, mereka disebut anak panti. Gelar yang tidak pernah mereka minta sebelum mereka lahir. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-GB">Jauh di pedalaman kota Sangata, ada sebuah panti asuhan yang atapnya selalu bocor kalau hujan deras, yang mereka berjumlah 20 orang hanya dididik oleh sepasang suami istri.<span> </span>Sementara jauh di tengah kota, terdapat kehidupan hiruk pikuk orang kota dengan segala kesibukannya. Mereka tidak pernah tau, bahwa di seberang sana ada sebutan anak-anak panti yang bakal anak-anak itu bawa hingga mereka besar kelak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-GB">Mungkin bukan hanya mereka. Masih banyak upik-upik lain di penjuru dunia ini ditunjukkan Alloh di depan mata kita, untuk mengetuk hati kita sedikit saja. Apa kita masih peduli dengan kehidupan mereka, apa kita masih sayang dengan harta kita sehingga melupakan mereka yang bergelar anak panti?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-GB">Mereka hanya perlu sedikit saja, kasih sayang dan bantuan hidup yang ingin mereka juga rasakan seperti anak-anak lain yang bergelar anak mama, yang ditakdirkan untuk bersama-sama orang tuanya, mendidik dan mengasuh mereka sampai mereka bisa mandiri.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-GB">Yah hidup begitulah adanya. Kita tidak bisa memilih bagaimana nasib kita ketika hari beranjak dewasa. Besok adalah bayang-bayang<span> </span>semu dan impian yang mungkin akan terwujud atau tidak, hari ini adalah hasil dari impian kemarin. Tapi tetap kita tidak bisa memilih dari apa yang sudah dihamparkan Alloh dihadapkan kita,&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-GB">Mungkin upik-upik itu tidak pernah membayangkan akan mendapat gelar anak panti ketika ruh ditiupkan ke dalam raga,&#8230;tapi mereka tetap tertawa untuk menerima semua apa adanya, menerima semua hingga ruh mereka kembali kepada sang Pencipta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-GB"><span> </span><span> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinidiana.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinidiana.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinidiana.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinidiana.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinidiana.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinidiana.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinidiana.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinidiana.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinidiana.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinidiana.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinidiana.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinidiana.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinidiana.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinidiana.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=196&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinidiana.wordpress.com/2008/11/28/hidup-begitulah-adanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31503eb34f8a5d3f0e5b963516dff215?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinidiana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sesungguhnya Engkaulah yang Paling Mulia</title>
		<link>http://rinidiana.wordpress.com/2008/10/13/sesungguhnya-engkaulah-yang-paling-mulia/</link>
		<comments>http://rinidiana.wordpress.com/2008/10/13/sesungguhnya-engkaulah-yang-paling-mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 09:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinidiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinidiana.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Matahari sudah mulai naik 27 derajat. Tepat waktu Dhuha hawa mulai terasa panas. Kawasan Komplek Perkantoran Bukit Pelangi, Kota Sengata terasa lengang. Para pekerja pemerintah telah menempati posisi-posisinya masing-masing. Tak jauh dari kesibukan dan rutinitas kantor pemerintahan, ada sebuah masjid yang lumayan besar, bisa menampung beberapa puluh jama’ah. Masjid yang sebagian dindingnya masih terkesan belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=189&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Matahari sudah mulai naik 27 derajat. Tepat waktu Dhuha hawa mulai terasa panas. Kawasan Komplek Perkantoran Bukit Pelangi, Kota Sengata terasa lengang. Para pekerja pemerintah telah menempati posisi-posisinya masing-masing.</p>
<p>Tak jauh dari kesibukan dan rutinitas kantor pemerintahan, ada sebuah masjid yang lumayan besar, bisa menampung beberapa puluh jama’ah. Masjid yang sebagian dindingnya masih terkesan belum terenovasi dengan sempurna. Tepat di sebelah masjid, ada sebuah rumah mungil. Disana terdengar hiruk pikuk dan riuh renyah tawa anak-anak TK mulai dari bernyanyi, belajar membaca doa, berceloteh dengan teman-teman.</p>
<p>Sekilas terlihat sosok seorang wanita cantik nan ramah. Yah, dialah ibu yang akhir-akhir ini diberitakan media nasional maupun internasional tentang kawat yang muncul dengan sendiri dari perutnya. Aku sering mendengar isu dan berita miring yang dilancarkan orang-orang sekitar maupun media tentang apa yang sedang menimpanya.</p>
<div id="attachment_191" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><a href="http://rinidiana.files.wordpress.com/2008/10/ctscan-perut.jpg"><img class="size-full wp-image-191" title="ctscan-perut" src="http://rinidiana.files.wordpress.com/2008/10/ctscan-perut.jpg?w=390" alt="Hasil CT Scan menampilkan perut penuh kawat"   /></a><p class="wp-caption-text">Hasil CT Scan menampilkan perut penuh kawat</p></div>
<p><span id="more-189"></span></p>
<p>Di kelilingi anak-anak TK tawa wanita itu terlihat sumringah…</p>
<p>Ibu, engkau tahu. Walau apapun yang dikatakan orang tentang penyakitmu, walau siapapun yang mencoba menjadi pahlawan bagimu,…tapi tahukah engkau?</p>
<p>Ibu, sesungguhnya engkaulah wanita yang mulia. Engkau mampu menerima ujian ini bertahun-tahun tanpa sedikitpun rasa lelah dan keluh kesah yang meluncur dari mulutmu,…</p>
<p>Ibu, engkau tau. Lewat penyakitmu, sesungguhnya Allah sangat mencintaimu. Allah lebih tahu sebatas mana kesabaran dan keteguhanmu dalam menerima ujian-Nya. Ibu, engkau tahu…</p>
<p>Engkaulah sumber motivasi semua orang yang ada di sekitarmu. Aku pernah membaca dari media lokal engkau berkata, “Setelah saya pindah ke Sangata dan mengajar anak-anak yatim piatu, disana saya merasa ternyata saya berguna,..”</p>
<p>Ibu engkau tahu ketika membaca tulisan itu, tak terasa air mataku bergulir. Betapa mulia hatimu, dengan penyakit itu, engkau masih ingin berguna untuk umat, sedangkan aku, orang yang sehat, yang bisa melakukan apapun, tidak terbersit sedikitpun kata-kata ingin berbuat banyak untuk orang lain,…</p>
<blockquote><p>Ibu, aku ingin mengungkapkan kekagumanku kepadamu, wanita kuat,<br />
sabar nan cantik, yang berjiwa baja dan ingin menjadi bagian dari<br />
bidadari-bidadari penghuni surga,…</p>
<p>Ibu, semoga Allah menaikkan derajatmu,.. Ibu engkau tau,…<br />
Sesungguhnya engkaulah yang paling mulia bila engkau bertakwa,…<br />
Buat ibu Noorsyaidah, di suatu pagi, aku melihat ada kasih sayang yang indah di matamu,…</p></blockquote>
<p>Sengata, medio agustus 2008</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinidiana.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinidiana.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinidiana.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinidiana.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinidiana.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinidiana.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinidiana.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinidiana.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinidiana.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinidiana.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinidiana.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinidiana.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinidiana.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinidiana.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=189&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinidiana.wordpress.com/2008/10/13/sesungguhnya-engkaulah-yang-paling-mulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31503eb34f8a5d3f0e5b963516dff215?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinidiana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinidiana.files.wordpress.com/2008/10/ctscan-perut.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ctscan-perut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Begitulah Jodoh Kita</title>
		<link>http://rinidiana.wordpress.com/2008/10/13/begitulah-jodoh-kita/</link>
		<comments>http://rinidiana.wordpress.com/2008/10/13/begitulah-jodoh-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 09:06:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinidiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[jodoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinidiana.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Aku menyebut dia Inang Joko, aku kenal kira-kira 9 tahun yang lalu. Ketika kami sama-sama aktif menjadi komunitas partai mahasiswa di kampusku di Jogja. Kebetulan saat itu statusku masih Maba (Mahasiswa Baru) dan saat itu juga bertepatan dengan pemilihan Presiden Mahasiswa di kalangan elite politik kampus. Dan seperti sebuah negara, kami juga mendirikan partai yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=183&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_185" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://rinidiana.files.wordpress.com/2008/10/jodoh.jpg"><img class="size-full wp-image-185" title="jodoh" src="http://rinidiana.files.wordpress.com/2008/10/jodoh.jpg?w=390" alt="Jodoh"   /></a><p class="wp-caption-text">Jodoh</p></div>
<p>Aku menyebut dia Inang Joko, aku kenal kira-kira 9 tahun yang lalu. Ketika kami sama-sama aktif menjadi komunitas partai mahasiswa di kampusku di Jogja. Kebetulan saat itu statusku masih Maba (Mahasiswa Baru) dan saat itu juga bertepatan dengan pemilihan Presiden Mahasiswa di kalangan elite politik kampus. Dan seperti sebuah negara, kami juga mendirikan partai yang mengusung calon presiden dari kalangan partai kami. Dan kebetulan aku menjabat sebagai sekretaris-nya</p>
<p>Inang Joko. Anaknya supel, dan terbilang gaul, mungkin begitu ciri khas anak-anak Fisip. Setelah berlalu pemilihan presiden mahasiswa, kami tetap berteman meski tidak seakrab dulu. Karena kampus kami berbeda, aku di Kampus Terpadu Condong Catur Ring Road Utara dan dia di Kawasan Babarsari. Selain itu juga kost kami sudah berjauhan, sewaktu dia masih kost di daerah Seturan, aku masih sering bertemu dia di rumah makan dekat kostku.<br />
<span id="more-183"></span><br />
Bulan maret tepat tahun 2007 yang lalu, dia mengirimkan sms yang mengumumkan bahwa dia akan menikah dengan Risma, teman kami yang juga sama-sama aktivis di komunitas Gejayan.</p>
<p>&#8220;Doakan kami, insya Allah bulan Juni saya dan Risma akan melangsungkan pernikahan di Salatiga, Joko Martono Nasution dengan Risma Aryanti.&#8221; Begitulah bunyi sms yang dikirimkannya ke aku. Sms itu masih aku simpan hingga hari ini.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu, ketika libur panjang 4 hari. Kami sekeluarga pergunakan untuk berkunjung ke Bali. Dan sore itu, suasana di daerah Legian begitu ramai. Aku dan keluargaku berjalan kaki mengitari sepanjang Kuta hingga ke jalan Popshi II dan tembus ke daerah Legian. Tepat di depan tugu Bom Bali, seketika aku bertemu dengan sosok yang aku kenal, mungkin terakhir aku ketemu 1 tahun yang lalu.</p>
<p>&#8220;Inang Joko…,&#8221; teriakku.</p>
<p>Dia bersama istri dan anaknya. Seorang wanita berkulit putih dan mengenakan jilbab panjang, menggendong anak kira-kira berumur 3 bulan. Aku hanya tertegun, istrinya bukan Risma. Bukankah dia bilang kalau akan menikah dengan Risma?</p>
<p>&#8220;Kenalin ini istriku, Evi…&#8221; aku hanya melongo.</p>
<p>&#8220;Kamu lagi liburan ya?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8220;Iya,&#8221; jawabku seolah tidak percaya dengan yang aku lihat.</p>
<p>&#8220;Aku sekarang tinggal di Denpasar, kebetulan istriku orang Denpasar. Tapi orang tuanya dari Jawa.&#8221;</p>
<p>Evi tersenyum padaku. Aku membalasnya. Setelah istrinya pamitan untuk melihat barang di toko kain terdekat, aku langsung menghujaninya dengan berbagai macam pertanyaan.</p>
<p>&#8220;Inang, katanya kemarin mau nikah sama mbak Risma 3 bulan lagi,&#8221; bisikku. Dia terseyum.</p>
<p>&#8220;Masa kamu lupa, kan kamu pernah bilang ke aku, walaupun sehari, kalau Allah mengatakan dia bukan jodoh kita, dan itu tidak akan pernah terjadi, masa mau dipaksakan,…&#8221; selorohnya.</p>
<p>Aku hanya menggerutu. Mungkin enak benar dia bilang seperti itu. Bagaimana perasaan Mbak Risma?</p>
<p>&#8220;Yah, begitulah jodoh kita dek, takkan lari jodoh dikejar, biar kita mengejar sampai kemana juga kalau bukan dia yang digariskan tidak akan pernah terjadi kan…,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sepulang dari Kuta menuju Denpasar, aku terus kepikiran. Ya, mungkin dia benar. Meskipun kita berharap dan mentargetkan sesuatu, tapi kalau kehendak-Nya lain, pasti itu tidak akan pernah terjadi. Dulu sewaktu masih aktif di partai mahasiswa aku pernah bilang ke Inang Joko, meskipun sehari kita merencanakan pernikahan, tetapi kalau bukan dia yang dipilih-Nya untuk mendampingi kita, pasti itu tidak akan pernah terjadi. Dan hari ini hal itu aku lihat sendiri dari kenyataan yang ada.</p>
<p>Mungkin masih banyak Inang – inang Joko di muka bumi ini, yang sudah merencanakan untuk melengkapi dien, ternyata Allah Maha Pengatur berkata lain. Ya, mungkin juga dia bukan yang terbaik untuk Risma, begitu juga sebaliknya. Bukankah Allah Yang Maha Tahu segalanya?</p>
<p>&#8220;Begitulah jodoh kita,&#8221; kata-kata  Inang Joko selalu terngiang di telingaku hingga pesawat kami meluncur kembali ke Balikpapan. Kalau dipikir, aneh juga yang namanya jodoh. Kita tidak pernah tahu kemana kaki melangkah dan kita menemukan seseorang untuk menemani hidup kita. Ada temanku yang jauh-jauh dari Kuala Lumpur untuk bekerja di Kalimantan, ternyata menikah dengan orang Kalimantan. Sungguh jodoh tidak pernah diduga.</p>
<p>Bukan salah Inang Joko, bila tidak jadi menikah dengan Risma, tapi memang garis takdir berkata seperti itu. dia tidak pernah membayangkan untuk bisa tinggal di Denpasar, dan menikah dengan wanita di Denpasar. Tapi memang seperti itulah yang sudah digariskan untuknya,…ya, kita hanya menjalani, masalah baik buruk itu semua sudah diaturkan. Kita hanya bisa menerima semua dengan lapang dada, karena itulah yang terbaik untuk kita,….</p>
<p>Dan pesawat kami mendarat di Bandara Sepinggan Balikpapan, setelah melalui perjalanan 1, 5 jam, dari Denpasar melalui Makasar dan akhirnya tiba juga di Balikpapan. Ya, mungkin ini juga ‘garis’ untukku, aku harus belajar untuk mengerti sesuatu setelah apa yang sudah aku lewati,… Aku harus belajar dari apa yang aku lihat kemarin. Aku bisa belajar dari Inang Joko dan dari Inang – inang yang lain, kalau hidup itu tidak harus ngoyo mentargetkan sesuatu.</p>
<p>Dari sebuah film, aku mengutip kata-kata indah dari sana.</p>
<blockquote><p>Jalani hidup itu baik buruknya, bila itu baik berarti memang jatah kita, dan bila itu buruk kita tidak bisa menghindarinya. Jalani hidup itu dan tidak perlu direncanakan apa yang akan dilakukan besok, karena Tuhan sudah mengaturkan untuk kita dan dengan begitu kita akan mendapatkan kejutan-kejutan indah setiap harinya.</p></blockquote>
<p>Bukankah pelajaran di masyarakat itu gratis ?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinidiana.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinidiana.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinidiana.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinidiana.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinidiana.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinidiana.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinidiana.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinidiana.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinidiana.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinidiana.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinidiana.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinidiana.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinidiana.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinidiana.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=183&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinidiana.wordpress.com/2008/10/13/begitulah-jodoh-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31503eb34f8a5d3f0e5b963516dff215?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinidiana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinidiana.files.wordpress.com/2008/10/jodoh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jodoh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Usia 40</title>
		<link>http://rinidiana.wordpress.com/2008/10/13/usia-40/</link>
		<comments>http://rinidiana.wordpress.com/2008/10/13/usia-40/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 07:54:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinidiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[umur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinidiana.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Berapa usia anda? Ada apa dengan usia 40 ? Aku ingat beberapa waktu lalu. Aku dan temanku makan malam di warung bakso di seputaran Kawasan Teluk Lingga. Pengunjung di sana datang dan pergi, maklum warung bakso ini tergolong enak dan laris sekali di Kota Sengata. Kalau sore banyak pegawai-pegawai pemerintah yang bersantap setelah pulang kerja, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=179&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_180" class="wp-caption alignleft" style="width: 179px"><a href="http://rinidiana.files.wordpress.com/2008/10/misteriumur40.jpg"><img class="size-full wp-image-180" title="misteriumur40" src="http://rinidiana.files.wordpress.com/2008/10/misteriumur40.jpg?w=390" alt="Umur 40 tahun"   /></a><p class="wp-caption-text">Umur 40 tahun</p></div>
<p>Berapa usia anda? Ada apa dengan usia 40 ?</p>
<p>Aku ingat beberapa waktu lalu. Aku dan temanku makan malam di warung bakso di seputaran Kawasan Teluk Lingga. Pengunjung di sana datang dan pergi, maklum warung bakso ini tergolong enak dan laris sekali di Kota Sengata. Kalau sore banyak pegawai-pegawai pemerintah yang bersantap setelah pulang kerja, dan apabila malam hari banyak karyawan perusahaan-perusahaan yang bersantap sepulang kerja di sini.</p>
<p>Dan kebetulan malam itu, aku dan temanku baru selesai dari rapat besar untuk agenda even olah raga di Sangata. Seketika kami didekati oleh teman kerjaku yang kebetulan malam itu juga bersama adiknya baru selesai menikmati sajian bakso Teluk Lingga.</p>
<p>“Makan malam nih Rin,..” sapanya. Aku hanya tersenyum.</p>
<p>&#8220;Oia, aku punya hajat Rin, mungkin tahun depan aku sudah 40 tahun, aku mau pakai jilbab,&#8221; serunya.</p>
<p>&#8220;Kenapa gak sekarang aja?&#8221; tanyaku.</p>
<p>&#8220;Belum, sekarang puas-puasin diri dulu. Habis itu baru jadi alim…,&#8221; sahutnya.</p>
<p><span id="more-179"></span></p>
<p>Tunggu 40 tahun? Berarti setahun lagi, kalau sekarang dia sudah menginjak usia 39 tahun? Mengapa menunggu menjadi‘alim’? Mungkin beragam alasan orang untuk memulai menutup aurat, ada yang menunggu setelah menikah, ada yang menunggu setelah bekerja, ada yang mengenakan jilbab setelah naik haji dan bahkan ada pula yang mentargetkan setelah berusia 40 tahun. Aku sendiri sebelumnya berencana ingin menutup aurat setelah aku menikah, tapi mungkin hidayah itu datang sebelum ‘rencana menikah’ itu datang. Dan akhirnya aku memutuskan menutup aurat terlebih dahulu.</p>
<p>Kembali ke usia 40, aku pernah mendengar perbincangan seorang bapak di kantorku. Dia akan berhenti merokok setelah usia 40 dan akan mulai mendirikan sholat 5 waktu setelah usia 40 karena sholatnya sekarang masih terbilang “bolong-bolong’’, pada saat itu bapak itu baru berusia 38 tahun, berarti 2 tahun lagi baru semua rencana memperbaiki hidup itu terlaksana. Yang aku tanyakan, apakah jaminan jika hidupnya digariskan hingga 40 tahun? Lah, kalau habis berbicara seperti itu ternyata malamnya dia ‘dipanggil’?</p>
<p>Ada beragam orang yang beralasan, sebelum usia 40 tahun, hidup itu dipuas-puasin dulu, setelah itu baru memperbaiki hidup. Menurutku ada yang salah dengan prinsip hidup seperti itu. semakin kita memprediksi kesenangan kita, semakin jauh kita dari kebaikan, semakin menumpuklah dosa kita. Kita? Ya, saya, anda, dia, orang-orang di sekitar kita, semua makhluk yang bernama manusia. Semua kita mempunyai dosa, sekecil apapun.</p>
<p>Rasulullah SAW saja pernah ditegur Allah gara-gara bermuka masam ketika ada seorang yang tua dan miskin datang kepadanya hendak minta di ajarkan tentang ajaran Islam, dan saat itu Rasul lebih mementingkan untuk mengajari kaum petinggi Quraisy. Apalagi kita?</p>
<p>Ada sebuah tayangan tausiyah di televisi swasta, di sana seorang ustadz mempertanyakan kepada pemirsa, adakah diantara pemirsa yang sudah mendapat <em>print out </em>dari Allah untuk masuk ke dalam surga secara cuma-cuma? Jawabnya pasti belum ada. Apalagi yang kita tunggu, jika hari ini kita belum berusia 40 tahun, tetapi takdir Allah mengharuskan kita untuk selesai dengan tugas kita di dunia ini, apa yang harus kita perbuat?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinidiana.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinidiana.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinidiana.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinidiana.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinidiana.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinidiana.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinidiana.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinidiana.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinidiana.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinidiana.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinidiana.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinidiana.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinidiana.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinidiana.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=179&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinidiana.wordpress.com/2008/10/13/usia-40/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31503eb34f8a5d3f0e5b963516dff215?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinidiana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinidiana.files.wordpress.com/2008/10/misteriumur40.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">misteriumur40</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidak Ada Illah Selain Allah</title>
		<link>http://rinidiana.wordpress.com/2008/10/09/tidak-ada-illah-selain-allah/</link>
		<comments>http://rinidiana.wordpress.com/2008/10/09/tidak-ada-illah-selain-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 11:20:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinidiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[Mandi-mandi]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinidiana.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Allah telah mengajarkan kepada umat manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya, melalui para utusan-Nya. Allah mengajarkan kita untuk selalu bertauhid dan meng-Esa kan-Nya. Apapun bentuknya, segala yang kita jalani di muka bumi ini sudah digariskan-Nya dalam takdir kita masing-masing dan kita harus percaya dengan apa yang ditakdirkan itu. Mempunyai anak yang masih lajang, bagi orang tua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=161&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_162" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://rinidiana.files.wordpress.com/2008/10/lailahaillallah.jpg"><img class="size-full wp-image-162" title="lailahaillallah" src="http://rinidiana.files.wordpress.com/2008/10/lailahaillallah.jpg?w=390" alt="Tidak ada Illah Selain Allah - Muhammad Utusan Allah"   /></a><p class="wp-caption-text">Tidak ada Illah Selain Allah - Muhammad Utusan Allah</p></div>
<p>Allah telah mengajarkan kepada umat manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya, melalui para utusan-Nya. Allah mengajarkan kita untuk selalu bertauhid dan meng-Esa kan-Nya. Apapun bentuknya, segala yang kita jalani di muka bumi ini sudah digariskan-Nya dalam takdir kita masing-masing dan kita harus percaya dengan apa yang ditakdirkan itu.</p>
<p>Mempunyai anak yang masih lajang, bagi orang tua adalah kekhawatiran yang besar. Aku pernah mengalami sebuah kisah yang membuatku ingin tersenyum sendiri, bagaimana mungkin jodoh seorang manusia bisa ditutup oleh perbuatan manusia.</p>
<p>Di masyarakat sering mempercayai adanya mandi-mandi untuk kaum lajang yang belum menemukan jodohnya. Kepercayaan ini terus dilakukan dari suatu masyarakat ke masyarakat yang lain. Pernah suatu ketika, nenekku menawarkan mandi untukku. Dengan alasan hingga usia ¼ abad ini aku belum menemukan pendamping hidup.</p>
<p>’’Mungkin kamu itu ditutup orang, atau mungkin ada yang gak senang dengan kamu. Sini biar nenek mandikan, jadi semua yang dikirim orang ke kamu bisa terbuang dan kamu bisa cepat dapat jodoh,” begitu alasan nenekku ketika aku menanyakan untuk apa acara mandi-mandi itu.</p>
<p>Aku hanya bisa kaget dan bingung. Apa mungkin, orang belum menemukan pendamping hidupnya itu jodohnya ditutup? Bagaimana bisa, bukankah Allah yang menentukan kapan dan bagaimana cara kita menemukan seseorang yang terbaik untuk menjadi pendamping hidup?</p>
<p><span id="more-161"></span></p>
<p>Bukankah semua itu sudah digariskan-Nya? Kita hanya bisa memasrahkan semuanya kepada Allah, kita hanya bisa meminta yang terbaik serta bersabar atas ketetapan-Nya. Dia-lah yang menentukan apa dan bagaimana kita nanti.</p>
<p>“Bukan saya itu melebihi Tuhan mbak, tapi kalau tidak dimandikan mbak gak bakal nikah hingga usia tua,” begitu alasan seorang ibu yang diyakini masyarakat sekitarku sebagai orang ‘pintar’ yang mampu mengobati pasien dengan berbagai macam keluhan. Selain itu dia dipercaya masyarakat sekitar bisa meramal dan melihat hal yang ghoib.</p>
<p>“Buang sial mbak, nanti saya bacakan doa-doanya, karena kayaknya ada orang yang menutup jodoh mbak…,” begitu alasan sang “dukun” yang bergelar “hajjah” ini.</p>
<p>Aku sungguh geli, pembaca doa terbaik untuk seseorang adalah dirinya sendiri, dan untuk apa buang sial. Semua musibah baik atau buruk seseorang itu bukankah sudah ditetapkan untuk kita, kita tinggal menjalani dan menerima yang sudah digariskan kepada kita.</p>
<p>Terlebih lagi, tau apa dia tentang jodoh seseorang, walaupun ada 1000 dukun yang menutup jodoh seseorang, tapi jika Sang Pemilik dan Pengatur jodoh berkata lain, aku yakin pasti orang tersebut akan tetap berjodoh, tidak ada yang mampu menutup dan melawan kekuatan-Nya. Dia Yang Maha Kuat dan Maha dari segalanya. Bukankah para dukun yang berkedok “haji” itu juga adalah ciptaan-Nya ? Bisa apa mereka bila Yang Menciptakannya berkata lain ?</p>
<p>Aku sering mendengar orang-orang yang melakukan ritual, misalnya membuang koin di jalan raya tepat jam 12 malam untuk membuang sial. Astagfirullah,.. Apakah manusia sadar siapa yang menciptakan dia? Siapa yang menyediakan segala kenikmatan untuknya? Siapa yang mengajarkannya untuk bisa bertahan hidup? Siapa yang menggariskan baik-buruk kejadian itu kepadanya?</p>
<p>Kalau manusia yakin dan percaya bahwa hanya satu tempat penciptaan dan penghambaan hanya kepada-Nya, mungkin manusia tidak akan melakukan pencarian terhadap sesuatu yang membuat mereka menjadi menyekutukan Allah.</p>
<p>Sekarang banyak sekali hal-hal yang membuat batalnya syahadat kita kepada-Nya. Banyak orang-orang yang mengaku haji, menjual ayat-ayat Allah hanya untuk menyelewengkan manusia dari ketidakyakinannya kepada Sang Pencipta. Memang sekarang bukan jaman berhala, Islam sudah datang, semua percaya bahwa hanya satu Tuhan, semua percaya hanya kepada Allah kita menyembah.</p>
<p>Tapi manusia lupa bahwa hal-hal kecil yang dipercayainya di kehidupan sehari-hari itu adalah pembatal dua kalimat syahadat yang sering dibacakannya ketika melakukan sholat. Misalnya apabila kita berbicara kemudian terdengar suara cicak, kemudian kita berkata bahwa cicak tadi membetulkan omongan kita. Hanya seekor cicak kita percaya dan yakin bahwa apa yang kita bicarakan itu benar adanya ?</p>
<p>Yang lebih menyedihkan, banyaknya ramalan-ramalan bintang yang dikenal dengan astrologi untuk kaum muda terutama di majalah-majalah, televisi dan semua yang berbau publikasi. Bahkan rating SMS untuk mendaftar ramalan lebih tinggi dibanding SMS untuk mendaftar Al Quran seluler.</p>
<p>Juga banyak sekali kita temukan, orang yang rajin beribadah tapi rajin pula dia mendatangi dukun-dukun yang berkedok “haji”. Mereka tidak pernah sadar, satu keyakinan terhadap hal-hal yang mistik akan membuat batalnya amal kebaikan mereka.</p>
<p>Ada hadist yang mengatakan bahwa apabila seorang muslim datang kepada tukang ramal dan mempercayai apa yang dikatakannya, maka segala amal dan ibadah yang dia lakukan tidak akan diterima selama 40 malam… Subhanallah.</p>
<p>Allah Maha Penggenggam Jiwa, manusia hanya bisa berpasrah terhadap apa yang menimpa hidupnya, manusia hanya bisa rela dan ikhlas apapun yang telah digariskan oleh Tuhannya, manusia hanya bisa meminta yang terbaik dari apa yang sudah dijalankannya. Baik dan buruk ataupun bencana yang menimpa manusia itu adalah garis yang sudah dibukukan dalam kitab Lauh Mahfudz. Setiap detik kehidupan kita ini sudah di takdirkan, sudah di percayakan kepada kita. Dan semua yag kita jalani ini adalah ujian dari-Nya untuk menaikkan derajat kita sebagai hamba-Nya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinidiana.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinidiana.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinidiana.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinidiana.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinidiana.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinidiana.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinidiana.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinidiana.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinidiana.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinidiana.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinidiana.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinidiana.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinidiana.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinidiana.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinidiana.wordpress.com&amp;blog=5095509&amp;post=161&amp;subd=rinidiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinidiana.wordpress.com/2008/10/09/tidak-ada-illah-selain-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31503eb34f8a5d3f0e5b963516dff215?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinidiana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinidiana.files.wordpress.com/2008/10/lailahaillallah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lailahaillallah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
