Archive for Pernikahan

satu kesetiaanku adalah baktiku

sejak setahun yang lalu, ketika engkau sudah tidak sanggup untuk bekerja lagi hingga engkau terbaring lemah, tak berdaya dan tidak bersuara..
hatiku seakan-akan diruntuh oleh langit, merundung kesedihan di atap rumah kita..
bocor atap rumah ini tidak sebanding dengan apa yang aku rasakan, kotornya lantai tanah rumah ini terasa dingin dihatiku..
melihatmu terbaring lemah tak berdaya, entah sampai kapan engkau merasakan pedih ini..

aku hanya menjalankan sebagian kesetiaanku disisimu
memasakkan makanan kesukaanmu, meskipun engkau sudah tidak bisa merasakannya,
membukakan horden jendela kamar untukmu setiap pagi, memandikanmu dalam polesan kain kusut itu..
membiarkanmu mendeengarkan kicauan burung dipagi hari hingga aku tau meskipun wajahmu tidak tersenyum, tapi sebersit senyum menyelinap di sisi wajah indahmu..

engkau terbaring lemah tak berdaya, dengan sedikit penghasilan yang aku dapatkan
mungkin hari ini kita makan sayur lagi, dan hari ini aku masakkan special buatmu
aku tau kamu tersenyum mendengarnya…

hingga aku selalu bertanya pada Alloh..
seberapa lama semua ini kamu rasakan?
seberapa lama air mata dan tangis yang selalu aku sandingkan bila membasuhmu
hanya Alloh yang mengerti jawabannya…

aku tidak pernah menyesali semua ini..
meskipun kemiskinan mendera kita, dan kelumpuhanmu membekas dihatiku
tapi aku tetap mencintaimu
mencintaimu hingga itu aku jadikan keputusan terakhir untuk hidupku
aku akan tetap tersenyum di hadapanmu
karena engkau adalah semangatku hari ini

semua adalah baktiku padamu
bakti kesetiaan yang bisa aku berikan
hingga seluruh alam akan tersenyum pada kita
meskipun kemiskinan mendera kita,
tapi aku tau disurga kelak kita akan menjadi kaya
di surga kelak, rumah itu akan lebih indah
disurga kelak, kita tidak akan tidur dengan atap bocor lagi
disurga kelak, kita tidak akan berlantaikan tanah lagi…
disurga kelak engkau akan bebas berlari dan bekerja lagi
disurga kelak kita akan mengenakan pakaian yang bagus

sabar suamiku..
seluruh alam akan tersenyum pada kita
dan Alloh akan bangga pada kita..
karena kita bisa bertahan dengan ini..
suamiku..
jangan pernah sedikitpun jauhkan mata kita dari nikmat-Nya,
jangan pernah sekalipun menjauhkan mulut ini untuk selalu bersyukur kepada-Nya
karena Dia kita pernah ada di sini,
karena Dia kita pernah merasakan seperti ini

suamiku,…
jalankan peran kita sebaik-baiknya..
didunia ini beginilah peran kita…
suamiku..
inilah satu dari kesetiaanku..

tanah merah
5 Mei 2009
dedicated to ibu “hadrah” ibu masak ponpes
ibu, terima kasih untuk pelajaran hatinya buatku..:)

Begitulah Jodoh Kita

Jodoh

Jodoh

Aku menyebut dia Inang Joko, aku kenal kira-kira 9 tahun yang lalu. Ketika kami sama-sama aktif menjadi komunitas partai mahasiswa di kampusku di Jogja. Kebetulan saat itu statusku masih Maba (Mahasiswa Baru) dan saat itu juga bertepatan dengan pemilihan Presiden Mahasiswa di kalangan elite politik kampus. Dan seperti sebuah negara, kami juga mendirikan partai yang mengusung calon presiden dari kalangan partai kami. Dan kebetulan aku menjabat sebagai sekretaris-nya

Inang Joko. Anaknya supel, dan terbilang gaul, mungkin begitu ciri khas anak-anak Fisip. Setelah berlalu pemilihan presiden mahasiswa, kami tetap berteman meski tidak seakrab dulu. Karena kampus kami berbeda, aku di Kampus Terpadu Condong Catur Ring Road Utara dan dia di Kawasan Babarsari. Selain itu juga kost kami sudah berjauhan, sewaktu dia masih kost di daerah Seturan, aku masih sering bertemu dia di rumah makan dekat kostku.
Baca Selengkapnya »

Tidak Ada Illah Selain Allah

Tidak ada Illah Selain Allah - Muhammad Utusan Allah

Tidak ada Illah Selain Allah - Muhammad Utusan Allah

Allah telah mengajarkan kepada umat manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya, melalui para utusan-Nya. Allah mengajarkan kita untuk selalu bertauhid dan meng-Esa kan-Nya. Apapun bentuknya, segala yang kita jalani di muka bumi ini sudah digariskan-Nya dalam takdir kita masing-masing dan kita harus percaya dengan apa yang ditakdirkan itu.

Mempunyai anak yang masih lajang, bagi orang tua adalah kekhawatiran yang besar. Aku pernah mengalami sebuah kisah yang membuatku ingin tersenyum sendiri, bagaimana mungkin jodoh seorang manusia bisa ditutup oleh perbuatan manusia.

Di masyarakat sering mempercayai adanya mandi-mandi untuk kaum lajang yang belum menemukan jodohnya. Kepercayaan ini terus dilakukan dari suatu masyarakat ke masyarakat yang lain. Pernah suatu ketika, nenekku menawarkan mandi untukku. Dengan alasan hingga usia ¼ abad ini aku belum menemukan pendamping hidup.

’’Mungkin kamu itu ditutup orang, atau mungkin ada yang gak senang dengan kamu. Sini biar nenek mandikan, jadi semua yang dikirim orang ke kamu bisa terbuang dan kamu bisa cepat dapat jodoh,” begitu alasan nenekku ketika aku menanyakan untuk apa acara mandi-mandi itu.

Aku hanya bisa kaget dan bingung. Apa mungkin, orang belum menemukan pendamping hidupnya itu jodohnya ditutup? Bagaimana bisa, bukankah Allah yang menentukan kapan dan bagaimana cara kita menemukan seseorang yang terbaik untuk menjadi pendamping hidup?

Baca Selengkapnya »

Jodoh yang Sempurna

Jodoh yang Sempurna

Jodoh yang Sempurna

Ujian terbesar bagi seorang lajang adalah ketika orang lain menanyakan kepadanya “kapan menikah?”…Itu hal yang paling sulit untuk di jawab, paling kata bijak yang bisa kita sampaikan hanya..”Belum saatnya,..”.

Jangan kebanyakan pilih-pilih, tidak semua kriteria kita itu cocok, tidak ada manusia yang sempurna. Begitu komentar orang-orang di sekitarku. Aku pikir setiap orang pasti punya kriteria masing-masing tapi bukan berarti itu pilih-pilih dan mencari seseorang yang sempurna.

Baca Selengkapnya »