Umur manusia itu bagaikan air di dalam gelas. Ketika diminum, akan semakin berkurang isinya. Dan akan semakin jelas bagaimana rasanya air tersebut. Begitulah umur dan kehidupan saling melengkapi. Ketika air sudah berkurang kita minum, begitupula umur kita, semakin jauh kita melangkah semakin berkurang pula umur yang ada didalam diri kita. Ketika kita minum, kita akan tau seperti apa rasa air tersebut. Dan kehidupan, ketika kita jalani, kita akan semakin mengerti bagaimana warna-warna kehidupan ini.
Semua pasti sudah menonton dan bahkan turut berduka ketika mantan Presiden RI ke-2, Bapak Soeharto telah wafat dalam usia 87 tahun. Bahkan mungkin semua sudah mengetahui bagaimana beliau mengalami sakaratul maut, dengan alat-alat kedokteran yang super canggih, yang katanya bisa membuat manusia bertahan hidup. Tapi apa ada kekuatan di dunia ini bisa mengalahkan kekuatan Allah?
Tidak ada yang pernah tau bagaimana kematian itu menghampiri kita, kapan akan tiba, dengan siapa saat kita menghadapi kematian kita. Aku cukup terhenyak, ketika mendengar ceplosan temanku. Manusia itu sudah menggali kuburnya sendiri, menyiapkan kuburnya sendiri, tapi kok manusia itu lupa nyiapin bekal untuk dia berada di dalam kuburnya nanti ya…
