Archive for Family

Sisi Kehidupan

Muhammad Daffa Alfarezi

Muhammad Daffa Alfarezi

De, bayinya sudah lahir, cepetan pulang,” begitu SMS dari kakakku, mengabarkan kalau istrinya telah selamat dalam proses persalinan dan anak pertama mereka telah hadir di dunia ini.

Kamis, 6 Desember 2007, pukul 12.35 WITA tepat dengan lantunan adzan Dzuhur, seorang anak laki-laki mungil lahir ke dunia. Muhammad Daffa Alfarezi, namanya. Kini, anggota keluargaku bertambah 1 orang.

Akupun bergegas menaiki tangga bis, aku dengan semangat meninggalkan kantor semenjak pukul 10 tepat tadi, hanya ingin melihat keponakanku yang baru. Bahkan adikku, dengan semangat berangkat menggunakan pesawat pertama dari Jogjakarta tadi pagi, hanya ingin melihat anggota baru di keluarga kami.

Perjalanan Sengata-Samarinda yang biasa tidak terasa jauh, kini bagiku seperti sehari-semalam berada di dalam bis. Ah, lama sekali rasanya, keluhku. Menit demi menit sangatlah berharga bagiku,.. Aku ingin segera sampai. Aku ingin melihat ’seorang’ anggota baru di keluarga kami, karena dia lah anggota pertama di antara kami,..

Baca Selengkapnya »

Sabar

Belajar memahami dan bersabar terhadap orang lain itu adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan,.. mungkin aku rasa setiap orangpun akan berpendapat demikian. Tapi Allah telah mengajarkanku untuk bisa belajar bersabar dan memahami keadaan orang lain melalui nenekku yang telah berusia lebih dari 80 tahun..

Ibuku pernah bilang, pada saat kita tua nanti kita akan kembali bertingkah laku seperti anak kecil lagi. Dan fase itu akan kita alami karena nikmat kita mulai dikurangi oleh Allah sedikit demi sedikit dari diri kita.

Baca Selengkapnya »

Ibu, Maafkan Aku Tak Seperti Impianmu

Ibu dan Daffa

Ibu dan Daffa

Ibu, waktu itu ibu pernah bilang kepadaku, mungkin waktu itu aku baru berusia 10 tahun kurang sedikit. Ibu bilang, kalau kamu sudah besar dan jadi orang yang berguna. Kamu jangan lupa merawat ibu, pasti pada saat itu usia ibu sudah seperti nenek-nenek yang kamu lihat hari ini.

Ibu, tahukah ibu, di saat aku jauh, aku selalu ingat ibu, selalu rindu dengan cerewetnya ibu, selalu rindu dengan amarah ibu, selalu rindu dengan nasehat-nasehat ibu. Sungguh bu, tiada tempat untuk menyandarkan beban ini selain bersama ibu.

Ibu, tahukah ibu, 16 tahun setelah itu, aku tumbuh menjadi seorang wanita dewasa, aku tumbuh bersama harapan ibu, aku tumbuh bersama cinta ibu, aku tumbuh bersama kasih sayang ibu yang selalu aku ingat sepanjang masa.

Apa ibu masih ingat. Ketika ibu membelaiku, ibu mengatakan bahwa kemanapun aku berjalan, bila suatu hari aku tidak menemukan tempat lagi, maka pada keluargalah aku harus kembali, keluargalah yang siap menerimaku apa adanya aku,…

Baca Selengkapnya »