Ikhlaslah ukhti, insyaAlloh surga akan menantimu

Dia adalah salah seorang umahat di tempat kami. Seorang yang pendiam menurutku. Tidak pernah terlintas sesuatu dari bibirnya bila itu tidak terlalu penting. Seperti hari itu, dia datang terlambat. Dengan berlari-lari kecil, karena sudah tertinggal beberapa menit. Dengan nafas terengah-engah dia duduk disebelahku.                                                                                                                “sudah lama kajiannya?”tanyanya membuka pembicaraan denganku.

“baru aja um, 10 menit-lah”jawabku mengira-ngira.

Kemudian dia terdiam dan mendengarkan kajian yang disampaikan oleh murobi kami. Seperti biasa, dia hanya diam dan diam. Sesekali aku melirik ke arahnya. Wajahnya tampak tenang dan teduh.

“um, anak-anaknya kemana?”tanyaku iseng. Dia meoleh ke arahku dan tersenyum.

“sama uminya, nanti malam saya ambil dengan abinya”jawabnya singkat. Aku hanya menyeritkan dahi. Maksudnya?

“umi mana nih um?”tanyaku lagi.

“umi kandungnya. Ana kan umi asuh”dia tertawa kecil. Ada umi kandung, ada umi asuh. Berarti ada abi kandung, ada abi asuh. Hubungan yang lucu. Percakapan itu berakhir dan hingga selesai aku tidak pernah bertanya lebih tentang hubungan aneh itu. Selang sepekan kemudian, dia datang lagi berserta anak-anaknya mengikuti kajian. Kali ini duduk persisi disebelahku lagi.

“subhanAlloh, sore-sore udah ikut umi ngaji ya?”tanyaku pada anaknya yang perempuan.

“iya, uminya sedang pergi, jadi ana yang bawa kesini”

“oh, uminya dimana um?”

“ana uminya juga” Benar, ini hubungan yang aneh. Belakangan, dari pembicaraan tidak sengaja seorang teman. Aku baru tau kalau dia adalah pelaksana poligami. Aku baru tau, dia istri ke dua. Istri pertama sang suami memiliki 5 orang anak yang masih kecil-kecil dan dia berbagi tugas dengan sang madu. Subhanalloh. Beberapa hari sekali dia mengasuh anak-anak itu, apabila sang madu sibuk, dia dengan suka rela mengasuh dan menjadi anak-anaknya. Suatu hari aku pernah bertanya kepadanya tentang sebuah poligami, dengan hati yang ikhlas dia mengatakan, bahwa apa yang dia lakukan itu semata-mata karena Alloh, perjuangan untuk Alloh. Sebelum menikah,banyak ikhwan yang mengincar untuk menjadikannya istri, tetapi ketika sang suami sekarang melamarnya dengan cara dipoligami, dengan keikhlasan dan keridhaan dia menjalani dan menerima pinangan itu.

“dia menyelamatkan saya untuk ke surga mbak, tau gak kalau kita ikhlas dipoligami, pintu surga akan terbuka lebar untuk kita”

“Alloh tidak pernah menzalimi hamba-Nya, saya bersyukur mbak, dengan dipoligami banyak ibadah-ibadah yang tidak pernah saya sadari sebelumnya bisa saya kerjakan dan insyAlloh akan dibalas oleh Alloh”

“saya mengasuh anak-anak yang bukan anak saya, dan itu bernilai ketenangan dan luar biasa indahnya buat saya, suami saya bisa berlaku adil terhadap kami, beliau bisa menjalankan amanah dengan dua istri, dan saya bisa menjaga hubungan silaturahmi dengan istri pertama suami saya dan ikut mendidik serta membesarkan anak-anak mereka dengan balutan kasih sayang Alloh untuk mereka, banyak ibadah yang disampaikan Alloh melalui poligami yang kita sendiri tidak pernah menyadarinya”

“semula saya berfikir, poligami menzalimi perempuan, tapi tahukah mereka, bahwa dengan hati yang ikhlas dengan hanya berharap itu ibadah kepada-Nya, pintu surga akan terbuka lebar untuk kita”

subhanAlloh, Allohu ya Kariim, tiada henti aku bertasbih kepada-Mu, Engkau Maha bijaksan dengan segala ketentuan-Mu. Dengan tulus ikhlas dia berkata :

“jika ukhti ikhlas dengan semua ketentuan Alloh dan menjadikannya ibadah untuk-Nya, ketentraman dan surga akan ada dihadapan anti…

” Allohu Rabbi, tiada kata indah yang Engkau ciptakan untuk kami kecuali keikhlasan dan kesabaran dalam mengarungi kehidupan dan seisinya ini..

Wanita, relakah engkau dipoligami?dengan balasan surga menantimu, jika kau mengharapkan ridha-Nya, Dia akan limpahkan segalanya buatmu…

Wanita, relakah engkau menjalankan dunia untuk-Nya?meski didunia ini engkau akan dipandang sebelah mata sebagai istri kedua?tapi tahukah engkau dibalik semua ini, ada kemuliaan dihadapan Alloh untukmu yang melakukan perintah-Nya?

Wanita, inilah ujian untukmu…bila engaku mampu meraih dan melewatinya, surga akan terbentang luas dihadapanmu…

samarinda, medio januari 2009 teruntuk seorang wanita sholehah perindu surga…aku melihatnya terkahir, dan setelah ini aku tidak pernah bertemu dengannya lagi,,

2 Comments »

  1. Paluhlimbuy Said:

    Lam kenal :)

  2. aa Said:

    wah..
    seorang wanita yang luar biasa..
    :)


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Comment