Matahari sudah mulai naik 27 derajat. Tepat waktu Dhuha hawa mulai terasa panas. Kawasan Komplek Perkantoran Bukit Pelangi, Kota Sengata terasa lengang. Para pekerja pemerintah telah menempati posisi-posisinya masing-masing.
Tak jauh dari kesibukan dan rutinitas kantor pemerintahan, ada sebuah masjid yang lumayan besar, bisa menampung beberapa puluh jama’ah. Masjid yang sebagian dindingnya masih terkesan belum terenovasi dengan sempurna. Tepat di sebelah masjid, ada sebuah rumah mungil. Disana terdengar hiruk pikuk dan riuh renyah tawa anak-anak TK mulai dari bernyanyi, belajar membaca doa, berceloteh dengan teman-teman.
Sekilas terlihat sosok seorang wanita cantik nan ramah. Yah, dialah ibu yang akhir-akhir ini diberitakan media nasional maupun internasional tentang kawat yang muncul dengan sendiri dari perutnya. Aku sering mendengar isu dan berita miring yang dilancarkan orang-orang sekitar maupun media tentang apa yang sedang menimpanya.
Di kelilingi anak-anak TK tawa wanita itu terlihat sumringah…
Ibu, engkau tahu. Walau apapun yang dikatakan orang tentang penyakitmu, walau siapapun yang mencoba menjadi pahlawan bagimu,…tapi tahukah engkau?
Ibu, sesungguhnya engkaulah wanita yang mulia. Engkau mampu menerima ujian ini bertahun-tahun tanpa sedikitpun rasa lelah dan keluh kesah yang meluncur dari mulutmu,…
Ibu, engkau tau. Lewat penyakitmu, sesungguhnya Allah sangat mencintaimu. Allah lebih tahu sebatas mana kesabaran dan keteguhanmu dalam menerima ujian-Nya. Ibu, engkau tahu…
Engkaulah sumber motivasi semua orang yang ada di sekitarmu. Aku pernah membaca dari media lokal engkau berkata, “Setelah saya pindah ke Sangata dan mengajar anak-anak yatim piatu, disana saya merasa ternyata saya berguna,..”
Ibu engkau tahu ketika membaca tulisan itu, tak terasa air mataku bergulir. Betapa mulia hatimu, dengan penyakit itu, engkau masih ingin berguna untuk umat, sedangkan aku, orang yang sehat, yang bisa melakukan apapun, tidak terbersit sedikitpun kata-kata ingin berbuat banyak untuk orang lain,…
Ibu, aku ingin mengungkapkan kekagumanku kepadamu, wanita kuat,
sabar nan cantik, yang berjiwa baja dan ingin menjadi bagian dari
bidadari-bidadari penghuni surga,…Ibu, semoga Allah menaikkan derajatmu,.. Ibu engkau tau,…
Sesungguhnya engkaulah yang paling mulia bila engkau bertakwa,…
Buat ibu Noorsyaidah, di suatu pagi, aku melihat ada kasih sayang yang indah di matamu,…
Sengata, medio agustus 2008

accan Said:
on 21 October 2008 at 7:08 pm
Salam kenal ya….
aku mau tanya bleh kan????
apa benar itu ibu kamu???
aku berdoa semoga orang itu cepat sembuh ya………..
ema Said:
on 1 November 2008 at 1:01 am
sesunguhnya..hidup ini akan terasa indah bukan karena banyak harta tapi ketika hidup kita bermanfaat untuk orang lain
Imam Soegandhono Said:
on 17 February 2009 at 11:14 am
Assalamu’alaikum wr. wb.
Saya tertarik membaca tulisan (berita?) tentang ibu yang disebutkan dalam perutnya keluar banyak kawat? Bagaimana kelanjutan beritanya? Jenis penyakit apa yang menimpanya ibu tsb? Apakah karena diguna-guna? Dan bagaimana keadaannya si ibu sekarang?
Jazakhillah atas informasinya lebih lanjut. Saya melihat RINIDIANA’S WEBLOG ini dari Info yang terdapat di Facebook.
wassalam