Khadijah

Khadijah The True Love Story of Muhammad

Khadijah The True Love Story of Muhammad

Tidak, demi Allah aku tidak pernah mendapat pengganti yang lebih baik daripada Khadijah. Ia yang beriman kepadaku ketika semua orang ingkar. Ia yang mempercayaiku ketika semua orang mendustaiku. Ia yang memberiku harta ketika semua orang enggan memberi. Dan darinya aku memperoleh keturunan, sesuatu yang tidak aku peroleh dari istri-istriku yang lain (perkataan Rasulullah saw mengenai Khadijah).

Seorang wanita mulia yang dijadikan Allah sebagai pemimpin kaum wanita di surga kelak dan Allah telah menjanjikan kepadanya untuk membangunkan sebuah rumah indah yang terbuat dari permata kelak di surga.

Khadijah binti Khuwailid, ummul mu’minin. Istri seorang pemimpin terbesar dengan umat terbesar di alam raya ini, seorang pemimpin umat yang merupakan nabi terakhir yang mengemban tugas untuk mentauhidkan Allah sebagai Maha Esa dengan membawa sebuah agama mulia yaitu agama islam.

Khadijah, wanita yang kaya, cerdas, cantik dan memiliki kemuliaan akhlak, agama serta berbagai kelebihannya. Dia bisa menjadi seorang wanita yang kuat dikala dibutuhkan, menjadi seorang istri yang dengan lembut menenangkan suami dikala banyak himpitan hidup dan tekanan-tekanan datang menghampiri keduanya, dia pula yang mempercayai suami serta menghiburkan dikala Rosul mengalami depresi dengan tidak datangnya wahyu setelah wahyu pertama, dia pula yang menghibur suaminya di kala orang lain tidak mempercayainya, dia pula seorang wanita yang memberikan keturunan kepada rosul yang hingga saat ini ajaran-ajaran serta hukum islam bisa teremban melalui anak perempuannya yang mulia, Fathimah Az-Zahra yang memberikan pendidikan serta hukum-hukum islam kepada kedua anaknya Hasan dan Husein. Dan kedua cucu beliau itu adalah pemimpin para pemuda di surga kelak dan di sisi lain dia juga menjadi seorang wanita yang mempunyai perdagangan yang sukses.

Khadijah, sulit melukiskan dengan kata-kata terhadap seorang wanita mulia ini, yang tulus mencintai suami dan perjuangan suami. Dia jualah yang rela dan ikhlas menjadikan hartanya sebagai harta yang digunakan untuk perjuangan kaum muslimin. Seorang wanita dari keturunan terhormat yang ikhlas menikahi seorang Muhammad, pemuda miskin yang berusia jauh lebih muda darinya. Khadijah melihat seorang suami bukan dari harta ataupun kedudukan yang dimilikinya, tetapi seorang Khadijah melihat seorang suami dari kebaikan akhlak, kejujuran, dan memiliki keluhuran budi yang tinggi.

Bisa jadi seorang wanita yang memiliki segalanya merasa bahwa dirinya hanyalah pantas untuk menikahi orang-orang yang segolongan dengannya, tetapi seorang Khadijah adalah wanita yang ikhlas dan rela menjalani hidupnya hanya bisa berjihad untuk agama yang diturunkan oleh suaminya.

Leave a Comment