“ninja, ninja lewat..”kalimat itu sering aku dengar. Terkadang orang-orang disekitarnya sedikit menjauh ketika dia lewat. Penampilannya biasa saja, tingginya kira-kira 160cm, badannya bongsor dengan kulit sedikit cokelat. Dia melangkah dengan santai. Dengan berjubah, kerudung menjulur hingga setengah lututnya, berkerudung hitam dan berjubah hitam, yang tidak pernah lepas adalah cadar yang menutupi wajahnya. Dia terbiasa dengan keadaan seperti itu. Ketika melewati perumahan di kampungnya, anak-anak, ibu-ibu dan bahkan keluarganya sendiripun mencemoohnya. Dia tetap tidak peduli, apapun kata orang tentang dia. Dia terus melangkah. Dia yakin, hanya Alloh yang maha mengetahui hati masing-masing tiap individu. Terkadang dia disebut kelompok gembong terrorist, tdak sedikit ibu-ibu yang memandang sinis kepadanya.
Ketika tiba dirumah, keluarga, terutama ibunya terus menghujatnya dengan pakaiannya. Dikatakan nenek-nenek, bibi sayur, hingga hal-hal yang menyakitkan hati bila di dengar telinga. Tapi Alloh Maha Baik, Alloh tidak pernah menguji seorang hamba diluar batas kemampuan hamba-Nya tadi. Alloh menguatkan hatinya, Alloh telah menghiburnya dengan mengumplkannya bersama teman-teman yang sefikrah dengannya.
Hingga hari ini pun dia tetap bertahan dengan prinsipnya, dia tetap bertahan dengan jubah, kerudung dan cadar yang dia kenakan. Dia yakin, suatu hari Alloh akan memberikan kebahagiaan di balik keistiqomahannya. Alloh akan memberikan kesenangan dibalik semua ujian tahap awal dimulainya perjuangan ini.
Aku tau, dia wanita shalihah yang kuat, dia wanita shalihah yang selalu istiqomah dengan segala ujian dan tekanan hidup, dia wanita shalihah yang selalu bertahan dengan semua ancaman yang ada. Bahkan ibunya sering mengancam, bila dia tetap bergabung dengan teman-temannya, bila dia tetap berpakaian seperti itu, ibunya tidak akan mengakuinya sebagai bagian dari keluarga.
Setiap dikatakan ninja atau terrorist, dia hanya berdzikir dalam hati, semoga Alloh memaafkan orang-orang yang menghujat sunnah-Nya. Dia bersikap tawakal terhadap apa yang dikatakan padanya, baginya apa yang dilakukannya adalah sebuah keikhlasan, keikhlasan untuk asing dari yang lain, keikhlasan untuk selalu dikomentarin orang sekitarnya, keikhlasan untuk berbeda dan menjadi bagian dari ejekan. Semua adalah bentuk keikhlasan kita, semakin kita mencintai Alloh semakin rela kita dengan apa yang menjadi bagian dalam ketentuan-Nya, semakin ikhlas kita menerima ilmu yang diturunkan Rasululloh, sebagai qudwah kita.
Berpakaian muslimah seperti sekarang ini, adalah ejekan, hinaan buat orang-orang yang tidak mengetahui, orang-orang yang tidak berilmu, orang-orang yang berilmu tapi malu mengakui keislamannya. Berjubah di anggap aneh, bergelap-gelap di anggap aneh, berkerudung panjang di anggap aneh, rasululloh pernah mengisyaratkan, bahwa islam datang dalam keadaan asing, kemudian kembalinya dalam keadaan asing, dan beruntunglah orang-orang yang asing, jadilah orang yang meninggal dalam keadaan asing sebelum kiamat mendatangin kita, karena dengan kiamat berarti banyak fitnah-fitnah akhir jaman yang melanda manusia. Jadilah manusia akhir jaman yang asing, melakukan sunnah di jaman yang serba fitnah ini, bercelana di atas mata kaki, berjenggot, berjubah, di anggap aneh bahkan di anggap gila, di anggap pendukung teroris. Tapi mereka tidak pernah sadar, secara tidak langsung mereka telah menghina sunnah, telah menghina ajaran Muhammad, telah menghina islam. Mereka tidak pernah sadar, ketika masjid di rusak, mereka marah besar, tetapi ketika ada orang yang mengikuti syari’at islam, mereka malah mengejeknya.
tapi Alloh Maha Menunjukkan jalan hamba-hamba-Nya yang tetap istiqomah,,
dan hingga akhirnya dia akan tersenyum dengan semua keistiqomahannya kelak, bersama kesulitan ini, Alloh akan memudahkan langkah-langkahnya..
dan dia pun akan berkata kelak,,”aku bukan ninja”
sabandar lama, 05082009
05.00 pagi



